smadav antivirus indonesia

.INFO GRATISAN

Disini anda dapat memperoleh dan mendownload aplikasi,lagu,movie,aplikasi,dll secara gratis dan cuma - cuma.

Tinggalkan komentar di bawah...
Kamis, 02 Juli 2009

Education's Story

NAK !!! BAPAK PAMIT......
By Fajar K. Anam
Mahasiswa Tek.Informatika, UMP.
Hari ini pagi sangat cerah sekali, matahari bersinar dengan senyumnya yang menawan menambah hangat suasana permulaan hari ini. Mendungpun juga sangat mengerti maksud sang mentari, seolah dia memberikan kesempatan dan tak mau menghalangi pancaran kehangatan “sang petromaks dunia” di pagi ini. Kini giliran hembusan angin yang sepoi-sepoi menambah indahnya suasana pagi ini, yang seakan memberikan dukungan agar dunia terasa berseri.


Tapi......ternyata keindahan pagi ini tak sama indahnya dengan kehidupan Pak Djoyo, seorang pemulung yang tiap hari bermata pencaharian mengais sampah di tepi jalanan kota. Dengan pakaian lusuh dan dengan semangat yang sangat mengebu sebagai modal pagi ini, dia mulai mengambil satu demi satu sampah – sampah di tepi jalanan, sesekali dia juga menghampiri tempat sampah yang terpasang di tepi jalanan. Andaikan manusia dapat menyadari akan kebersihan, mungkin pak Djoyo lebih mudah mngumpulkan semua sampah hanya dengan mengambilnya dari tempat – tempat sampah saja. Tapi, ya namanya manusia.........
Penghasilan yang tak seberapa, tapi tetap dijalani demi menghidupi istri dan anak semata wayangnya yang kini duduk di bangku kelas 5 SD. Sebenarnya bu Lasmi, istri pak Djoyo juga ikut mambantu sebagai pekerja serabutan sebagai tukang cuci dan pekerjaan lain yang dia anggap mampu.
Kala sang mentari mulai tenggelam di ufuk barat, pak Djoyo dan bu Lasmi mulai pulang dari aktifitasnya sehari – hari. Dan di gubuk yang kurang pantas dihuni inilah mereka menghabiskan waktu istirahatnya setiap hari. Suasana sepi, lelah dan letih mewarnai malam yang cukup hening ini. Hanya terlihat Parmin anak semata wayang pak Djoyo yang memainkan sebuah mobil – mobilan kecil terbuat dari kaleng susu. Pak Djoyo hanya tersenyum melihat tingkah anaknya tadi, tapi di dalam senyumnya itu tersirat perasaan dosa karena tidak dapat membahagikan istri dan anak yang dititipkan tuhan kepadanya. Seakan ia meneteskan air mata kala ia memikirkan masa depan anaknya kelak. “Mau jadi apa Parmin....?????” sebuah pertanyaan besar yang selalu menggangu pikiran pak Djoyo dan membuat ia merasa bersalah.
“Pak...makan pak...!” bu Lasmi datang dari arah belakang sambil membawa nasi untuk makan di malam hari ini. Pak Djoyo pun mulai melangkah menghampiri makanan, dan tidak lupa dia menghampiri Parmin anak kesayangan satu – satunya untuk diajak makan. Ternyata hanya satu piring nasi dan sayur kangkung yang disiapkan bu Lasmi untuk pak Djoyo dan anaknya. Saat pak Djoyo duduk di kursi, bu Lasmi mulai membagi sepiring nasi itu untuk dijadikan tiga sesuai jumlah orang yang ada di kuluarga itu. Tetapi mereka tidak mengeluh dan selalu memanjatkan syukur kepada pencipta atas rezeki yang diberikan kepada mereka sekeluarga hari ini.
Hari – hari berikutnya pun tidak jauh berbeda dengan hari sebelumnya,pak Djoyo dan bu Lasmi dengan pekerjaannya dan Parmin pergi ke sekolah untuk menuntut ilmu. Hari demi hari mereka lalui dengan hidup yang serba sederhana dan jauh dari indahnya kesenangan menjadi menu harian pak Djoyo dan keluarga.
Suatu pagi, seperti biasa pak Djoyo pun mulai berangkat meninggalkan rumahnya untuk mencari sampah di tepi jalan kota. Biasanya saat pagi seperti ini, udara belum terasa panas dan merupakan saat yang tepat bagi pak Djoyo untuk mengumpulkan sampah sebanyak – banyaknya.Satu demi satu sampah dia kumpulkan dan dimasukkannya ke dalam keranjang yang selalu digendong di atas punggungnya yang kuat.
Hari ini mungkin bukan hari keberuntungan bagi pak Djoyo, dia mendapatkan sedikit sampah dan hanya terlihat beberapa plastik gelas air mineral yang terdapat di keranjangnya.Kemudian sang Pemulung ini memutuskan untuk mencari sampah di seberang jalan yang tak jauh dari tempatnya sekarang. Dengan langkah yang pelan dia mulai menyebrang jalan kota yang sekarang sudah cukup ramai kendaraan melintas. Dan tiba- tiba terdengar suara tubrukan diiringi dengan suara klakson kendaraan. Rupanya sebuah truk bermuatan telah menabrak pak Djoyo yang sedang menyebrang di jalan. Tubuhnya terpental hingga ke pinggir jalan, darah pun berceceran disekitar tubuh letih pak Djoyo. Orang – orang pun mulai berdatangan melihat dan hendak menyelamatkan pak Djoyo yang kini tergeletak di tepi jalan. Tetapi tuhan berkehendak lain, Pak Djoyo kini telah tiada. Sang pahlawan keluarga kini telah pergi dari dunia ini untuk selama – lamanya.
Selamat jalan BAPAK.........

Web Hosting

Translate

English French German Spain

Italian Dutch Russian Portuguese

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

ME in FB

fajar khoirul anam

Populer

Try us on Wibiya!